Selama beberapa minggu terakhir, banyak pelanggan yang ingin menjual batangan emas SJC dengan satu huruf atau emas yang rusak di Saigon Jewelry Company (SJC) ditolak pembeliannya tanpa penjelasan yang jelas, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelanggan.
Pada pagi hari tanggal 1 Agustus, dengan menyamar sebagai pelanggan, seorang reporter dari surat kabar Nguoi Lao Dong menghubungi perusahaan SJC untuk menanyakan tentang penjualan batangan emas SJC yang penyok dan diberitahu oleh seorang karyawan bahwa perusahaan tersebut telah menangguhkan sementara pembelian jenis emas ini.
"Bukannya perusahaan tidak mau membeli kembali emas yang dibawa pelanggan untuk dijual, tetapi perusahaan belum memiliki informasi kapan Bank Negara akan membuka kembali pabriknya untuk membubuhkan cap ulang pada jenis emas ini," jelas karyawan tersebut.
Menurut riset kami, sebelumnya, untuk batangan emas dengan satu karakter, serta batangan emas penyok yang dibeli kembali oleh perusahaan SJC dari pasar dalam jumlah sekitar 1.000 tael, mereka akan meminta Bank Negara Vietnam untuk memproses ulang batangan emas tersebut.

Perusahaan SJC untuk sementara menangguhkan pembelian batangan emas SJC yang penyok dan batangan emas dengan penandaan satu huruf. (Foto: Surat Kabar Nguoi Lao Dong)
"Saat ini, terdapat sekitar 1.000 tael emas penyok dan batangan emas tipe 1 dalam persediaan yang belum diproses ulang, sehingga perusahaan sedang menunggu izin yang diperlukan. Segera setelah pemrosesan ulang selesai, perusahaan akan terus membeli jenis emas ini," tambah seorang karyawan SJC.
Batangan emas SJC dengan satu huruf adalah batangan emas dengan nomor seri yang terdiri dari satu huruf sebelum serangkaian angka, yang diproduksi bertahun-tahun yang lalu.
Keputusan Presiden Nomor 24/2012/ND-CP tentang pengelolaan pasar emas secara jelas menetapkan bahwa "Negara memiliki monopoli atas produksi emas batangan, ekspor emas mentah, dan impor emas mentah untuk produksi emas batangan."
Oleh karena itu, sejak Dekrit 24, negara, melalui Bank Negara Vietnam, memiliki monopoli atas produksi, impor, dan ekspor emas mentah... tidak ada organisasi atau individu yang diizinkan untuk memproduksi batangan emas, termasuk perusahaan SJC.
Setiap tahun, perusahaan SJC membeli batangan emas yang rusak dari pasar, memperoleh izin dari Bank Negara untuk memproses ulang batangan tersebut, dan kemudian menjualnya kembali ke pasar.
Surat kabar Nguoi Lao Dong telah menghubungi Bank Negara Vietnam terkait informasi di atas dan sedang menunggu tanggapan.
Sumber: https://nld.com.vn/vi-sao-cong-ty-sjc-tam-ngung-mua-vang-mieng-loai-mot-chu-196240801094512269.htm







