Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Quang Ngai memiliki dua situs warisan budaya takbenda nasional.

Báo Đại Đoàn KếtBáo Đại Đoàn Kết19/11/2024


di-san-1.jpg
Keramik Sa Huynh sudah selesai.

Pada tanggal 13 Agustus, Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Quang Ngai mengumumkan bahwa Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata telah mengeluarkan Keputusan Nomor 2324/QD-BVHTTDL yang mengakui kerajinan pembuatan tembikar di Sa Huynh sebagai warisan budaya takbenda nasional.

Oleh karena itu, antara 2.000 dan 2.500 tahun yang lalu, penduduk budaya Sa Huynh menghasilkan berbagai macam tembikar dengan bentuk yang kaya, pola yang rumit, dan motif dekoratif yang beragam, mencapai tingkat keterampilan teknis dan estetika yang tinggi. Tembikar Sa Huynh kaya akan jenis, beragam gaya, dan bahan mentahnya bersumber langsung dari daerah tempat tinggal masyarakat Sa Huynh. Ini termasuk guci, pot, vas, mangkuk, piring, dll., dengan gaya pembuatan tembikar yang unik yang mencerminkan budaya penduduk pesisir Vietnam dari akhir Neolitikum hingga awal Zaman Besi.

Keramik Sa Huynh memiliki sejarah panjang, diwariskan dari ayah ke anak. Seiring waktu, jumlah rumah tangga yang masih mempraktikkan kerajinan tradisional ini dapat dihitung dengan jari tangan, terkonsentrasi di dusun Trung Son dan Vinh An, komune Pho Khanh, kota Duc Pho. Daerah ini terletak tepat di sebelah laguna An Khe, yang juga merupakan tempat kelahiran budaya Sa Huynh. Tidak seperti jenis keramik berglasir halus lainnya dengan pola warna-warni dan menarik perhatian, keramik Sa Huynh sama sekali tidak berglasir, dibuat dengan tangan selama 14 hingga 24 jam.

Kebangkitan kembali tembikar kuno Sa Huynh ditandai dengan pembentukan Koperasi Tembikar Prasejarah Sa Huynh pada akhir November 2023. Koperasi ini dibentuk sebagai hasil dari proyek "Pengembangan produk wisata masyarakat yang terkait dengan Situs Budaya Sa Huynh dan Laguna An Khe," yang didanai oleh Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Quang Ngai. Tujuannya adalah untuk mendukung para perajin tembikar yang tersisa di Sa Huynh dalam memulihkan dan mereplikasi teknik dan pola untuk menghidupkan kembali tradisi tembikar ini.

di-san-2.jpg
Pengrajin tersebut menghias tiang Tahun Baru.

Selain pembuatan tembikar di Sa Huynh, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata juga mengakui seni menghias tiang upacara masyarakat Cor di distrik Tra Bong sebagai warisan budaya tak benda nasional.

Seni menghias tiang upacara (cây nêu) dari kelompok etnis Cor telah ada dan berkembang seiring dengan festival makan kerbau selama ribuan tahun, diwariskan dari generasi ke generasi, mencerminkan identitas budaya dan jejak kuat komunitas Cor. Masyarakat Cor biasanya memiliki tiga jenis tiang upacara, masing-masing sesuai dengan aktivitas budaya dan sosial yang berbeda. Tiang tertinggi adalah tiang yang didirikan pada festival Ngã Rạ Tet (sekitar 10-15 meter). Yang menarik, badan tiang tersebut dihiasi dengan pola hitam dan merah, melambangkan langit dan bumi. Tiang tersebut juga menampilkan set Gu gantung (potongan kayu yang dicat atau diukir dengan gambar atau motif yang mewakili kepercayaan spiritual masyarakat Cor) dan nampan persembahan. Set Gu ini unik bagi masyarakat Cor dan dapat dianggap sebagai karya seni rakyat, patung, dan lukisan yang luar biasa.

Bersama dengan set Gu, tiang upacara juga dihiasi dengan patung burung kingfisher dari kayu. Seekor burung kingfisher juga dipasang di puncak tiang. Ini melambangkan burung yang berburu serangga, belalang, dan jangkrik untuk melindungi tanaman padi. ​​Masyarakat Cor menganggap burung kingfisher sebagai burung surgawi yang dikirim oleh para dewa untuk membantu mereka. Oleh karena itu, masyarakat Cor tidak pernah berburu atau memakan burung kingfisher.

Ritual mendirikan tiang upacara merupakan hal yang unik bagi masyarakat Cor. Setiap kali mereka mendirikan tiang tersebut, masyarakat Cor melakukan upacara dengan ritual yang sangat sakral. Tiang tersebut berfungsi sebagai jembatan spiritual yang menghubungkan masyarakat Cor dengan para dewa. Doa-doa dibacakan pada berbagai tahapan, seperti saat merakit tiang atau menggantung Gu (alat musik tradisional Vietnam).



Sumber: https://daidoanket.vn/quang-ngai-co-2-di-san-van-hoa-phi-vat-the-quoc-gia-10287856.html

Paling Banyak Dibaca

Google Trends

Warisan

Bagian

Perusahaan

Berita

Aktivitas Politik

Destinasi

Happy Vietnam
Di mana hutan hijau tersenyum.

Di mana hutan hijau tersenyum.

Keindahan pedesaan

Keindahan pedesaan

Tes

Tes