Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Para pejabat Rusia memperingatkan bahwa Moskow dapat mengerahkan rudal nuklir sebagai balasan terhadap Barat.

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng19/11/2024


Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menyatakan bahwa mungkin akan tiba saatnya Moskow perlu mengerahkan rudal nuklir sebagai tanggapan terhadap tindakan Barat.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov. Foto: AFP/VNA
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov. Foto: AFP/VNA

“Saya menegaskan bahwa jika Presiden Vladimir Putin, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, dan militer kita menyatakan bahwa kita membutuhkan amunisi khusus untuk kapal induk tertentu, maka jenis senjata itu akan dikerahkan. Tetapi keputusan ini harus dibuat berdasarkan kombinasi beberapa faktor. Saya tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa akan tiba saatnya ketika hal itu diperlukan,” kata Ryabkov seperti dikutip kantor berita TASS di saluran televisi Rossiya 1 pada 4 Agustus.

Sebelumnya, menurut siaran pers bersama dari Washington dan Berlin, AS akan mulai mengerahkan gelombang kekuatan tembak jarak jauh dari Gugus Tugas Multi-Domainnya di Jerman pada tahun 2026, termasuk rudal anti-pesawat SM-6 dengan jangkauan hingga 460 km dan rudal jelajah Tomahawk, yang diyakini mampu menyerang target lebih dari 2.500 km jauhnya.

Gedung Putih mengatakan bahwa “senjata hipersonik yang sedang dikembangkan” juga akan dikerahkan di Jerman dan akan memiliki “jangkauan yang jauh lebih panjang daripada senjata berbasis darat yang ada saat ini di Eropa.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Sebastian Fischer, mengatakan rencana pengerahan senjata-senjata ini bertujuan untuk mencegah penggunaan senjata Rusia terhadap Jerman atau target lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan strategis di Eropa, yang telah menyaksikan peningkatan ketegangan antara Rusia dan Barat.

Pada 28 Juli, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa jika rudal jarak jauh AS muncul di Jerman, Rusia tidak akan lagi mematuhi moratorium sepihak terhadap pengerahan senjata ofensif jarak menengah dan pendek, termasuk penguatan kemampuan pasukan pesisir angkatan lautnya. Ia mengisyaratkan bahwa Rusia dapat mengaktifkan kembali senjata-senjata tersebut, terutama setelah Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF) ditangguhkan pada tahun 2019.

Peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk kelas 10 di Hanoi mencapai 29,75/30 poin.
Peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk kelas 10 di Hanoi mencapai 29,75/30 poin.Dengan skor ujian masuk 29,75, Tran Minh Ha, seorang siswa dari Sekolah Menengah dan Atas Newton, menjadi peraih skor tertinggi dalam ujian masuk sekolah menengah negeri tahun 2026.
Iran kembali memblokade Selat Hormuz.
Iran kembali memblokade Selat Hormuz.Pada 19 Juni, Iran memberlakukan kembali blokade di Selat Hormuz, dengan alasan penolakan Israel untuk menarik pasukannya dari Lebanon selatan dan keberadaan pasukan AS yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
BERITA TERKINI: Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz.
BERITA TERKINI: Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz.(NLDO) - Teheran telah mengumumkan akan melanjutkan blokade Selat Hormuz dan tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan nuklir yang direncanakan dengan AS di Swiss.

VNA



Sumber: https://www.sggp.org.vn/quan-chuc-nga-canh-bao-moskva-co-the-trien-khai-ten-lua-hat-nhan-dap-tra-phuong-tay-post752610.html

Paling Banyak Dibaca

Google Trends

Warisan

Bagian

Perusahaan

Berita

Aktivitas Politik

Destinasi

Happy Vietnam
Kumpulan foto uji

Kumpulan foto uji

Tidak bersalah

Tidak bersalah

Keindahan seorang prajurit

Keindahan seorang prajurit