Pada dua kuartal pertama tahun 2024, Kanada mengimpor produk pertanian dan makanan senilai lebih dari 228 juta dolar AS dari Vietnam, yang mewakili 5,5% dari total nilai ekspor Vietnam ke negara tersebut, meningkat sebesar 24%.

Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Ottawa, pada tanggal 9 Agustus, Asosiasi Bisnis Vietnam-Kanada (VCBA), bekerja sama dengan Pusat Promosi Perdagangan dan Investasi Kota Ho Chi Minh (ITPC), menyelenggarakan lokakarya dalam format tatap muka dan daring untuk mendukung bisnis Vietnam dalam mengakses pasar Amerika Utara dan Kanada.
Ini adalah salah satu proyek yang akan difokuskan oleh VCBA untuk diimplementasikan dalam waktu dekat setelah menyelesaikan pembentukan Dewan Eksekutif baru, dengan banyak perubahan positif mulai dari personel hingga metode operasional dan peraturan.
Melalui proyek ini, VCBA akan membantu bisnis-bisnis Vietnam yang ingin memperluas operasinya untuk mengakses dan mengekspor barang ke pasar Kanada.
Selain itu, bisnis Vietnam juga dapat menggunakan Kanada sebagai pintu gerbang untuk memasuki pasar Amerika Utara jika mereka ingin memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing mereka di pasar internasional.
Chau Tu Cuong, Ketua VCBA dan pemilik jaringan supermarket 88 di Vancouver, percaya bahwa pasar Kanada dan Amerika Utara memiliki potensi besar untuk pengembangan produk-produk Vietnam.
Ia percaya bahwa dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah dan etos kerja yang positif, produk-produk tradisional Vietnam berkualitas tinggi akan memiliki kesempatan untuk berkembang melampaui batas negara dan menjangkau konsumen serta teman-teman internasional.
Menurut statistik, pada dua kuartal pertama tahun 2024, Kanada mengimpor produk pertanian dan makanan senilai lebih dari 228 juta dolar AS dari Vietnam, yang mewakili 5,5% dari total nilai ekspor Vietnam ke negara tersebut, meningkat sekitar 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ekspor utama Vietnam ke Kanada adalah makanan laut dan produk olahan makanan laut, dengan nilai hampir US$100 juta. Hasil ini dicapai berkat perjanjian Kemitraan Trans- Pasifik Komprehensif dan Progresif (CPTPP), yang memungkinkan eksportir Vietnam mendapatkan akses pasar yang lebih menguntungkan dibandingkan pesaing dari Tiongkok atau negara-negara ASEAN lainnya melalui tarif.
Saat ini, produk-produk asal Asia yang masuk ke Kanada sebagian besar terdiri dari barang-barang kering, makanan olahan, minuman non-alkohol, rempah-rempah, dan saus.
Produk-produk di sektor ritel ini diproyeksikan akan terus mencapai tingkat konsumsi yang tinggi selama periode 2024-2030. Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis impor-ekspor dan jaringan supermarket milik Vietnam di Kanada, dengan pemahaman yang kuat tentang preferensi konsumen Vietnam dan Asia, telah menjadi saluran distribusi yang sangat penting, berkontribusi secara signifikan dalam membawa produk-produk Vietnam ke pasar ini.
Proyek yang digagas oleh VCBA dan ITPC ini akan meletakkan dasar bagi hubungan kolaboratif, di mana, pada fase awal, jaringan Supermarket 88 akan bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan peritel Vietnam untuk membawa barang-barang mereka agar dijual di jaringan supermarketnya. Hal ini akan berkontribusi untuk mempromosikan kerja sama bisnis antara komunitas bisnis kedua belah pihak.
Pelaksanaan proyek ini juga merupakan perwujudan kerja sama antara VCBA dan ITPC sejak akhir tahun lalu, menyusul kunjungan VCBA untuk menjajaki pasar Vietnam.
Ketua VCBA, Chau Tu Cuong, menilai bahwa dengan kerja sama erat antara kedua pihak, produk-produk Vietnam akan segera mendapatkan tempat di pasar Kanada dan Amerika Utara.
Bapak Chau Tu Cuong juga percaya bahwa proyek ini akan menciptakan lebih banyak peluang kerja sama bisnis antara perusahaan Kanada dan Vietnam. VCBA berkomitmen untuk selalu mendukung komunitas bisnis kedua negara dan akan secara khusus berupaya mendukung dan bekerja sama dengan ITPC untuk pembangunan bersama.
Vietnamplus.vn
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/no-luc-giup-hang-hoa-viet-nam-khang-dinh-vi-tri-tai-canada-post969675.vnp







