
Kuda memiliki kecerdasan yang jauh melampaui ekspektasi para peneliti (Gambar ilustrasi: Shutterstock).
Dalam penelitian ini, 20 kuda berusia 11 hingga 22 tahun di Brackenhurst Riding Centre, Nottingham Trent University, ditugaskan untuk mengetuk ringan moncong mereka pada kartu laminasi berukuran A3 ketika lampu sinyal mati. Peluit kemudian akan berbunyi, dan kuda-kuda tersebut akan menerima hadiah.
Pada awalnya, sebagian besar kuda kesulitan untuk lulus ujian, seringkali menyentuh tanda pengenal secara acak tanpa memperhatikan apakah lampu sinyal menyala atau mati.
Pada ronde berikutnya, para peneliti menerapkan aturan baru, memperkenalkan hukuman khusus untuk kuda yang melakukan kesalahan, yaitu menyentuh kartu saat lampu masih menyala. Hukuman tersebut termasuk kuda tidak dapat melanjutkan partisipasi dalam permainan atau menerima hadiah selama 10 detik.
Yang mengejutkan, jumlah kesalahan menurun drastis, dan semua kuda yang berpartisipasi dalam permainan tampaknya menyadari apa yang mereka lakukan dan konsekuensi dari membuat kesalahan.
Para peneliti berpendapat bahwa kuda mungkin telah memahami permainan tersebut sejak awal, tetapi pada kenyataannya, mereka tidak peduli. Hal ini menunjukkan tingkat pemrosesan kognitif yang jauh lebih tinggi pada kuda daripada yang diperkirakan sebelumnya. Mereka dapat langsung mengubah strategi dan berperilaku berbeda ketika ada risiko kehilangan sesuatu.
Pendekatan ini mengharuskan kuda untuk berpikir ke depan dan memiliki tekad yang kuat untuk mencapai tujuan mereka. Mereka juga perlu mampu fokus pada apa yang ingin mereka capai dan mahir dalam langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Louise Evans, salah satu penulis studi tersebut, berpendapat bahwa sebagian besar hewan perlu mengulang suatu tugas berkali-kali untuk secara bertahap memperoleh pengetahuan baru. Namun, kuda langsung meningkat kemampuannya ketika aturan permainan berubah. Otak kuda mampu menganalisis strategi dan menyeimbangkan pilihan untuk mencapai tujuan akhir.
"Kuda tidak terlahir jenius. Bahkan, mereka dianggap biasa-biasa saja dalam hal kemampuan kognitif," kata Evans. "Namun penelitian ini menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat kesadaran yang lebih maju daripada yang kita duga sebelumnya."
Sumber: https://dantri.com.vn/khoa-hoc-cong-nghe/ngua-thong-minh-hon-rat-nhieu-so-voi-nhung-gi-chung-ta-tung-biet-20240813122217354.htm







