
Ketika lemak menumpuk secara berlebihan, hal itu menyebabkan obesitas - Ilustrasi.
Lemak terbagi menjadi tiga jenis: lemak trans, lemak tak jenuh, dan lemak jenuh. Lemak trans adalah lemak jahat yang berbahaya bagi kesehatan, sering ditemukan dalam makanan yang digoreng, makanan cepat saji olahan, atau makanan yang dipanggang.
Lemak jenuh dan lemak tak jenuh dapat bermanfaat jika digunakan dengan benar.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa orang dewasa sebaiknya membatasi asupan lemak total mereka hingga 30% atau kurang.
Anak-anak berusia 2 tahun ke atas sebaiknya mengonsumsi terutama lemak tak jenuh, dengan lemak jenuh tidak lebih dari 10% dari total asupan energi mereka dan lemak trans tidak lebih dari 1% dari total asupan energi mereka, baik dari makanan kemasan maupun produk hewan ruminansia.
7 tanda peringatan
Dr. Nguyen Xuan Tuan, seorang dosen di Universitas Kedokteran dan Farmasi, Universitas Nasional Vietnam, Hanoi , mengemukakan tanda-tanda peringatan kelebihan lemak tubuh. Secara spesifik:
- Kembung dan gas : Tubuh mengalami kesulitan memecah lemak, menyebabkan lemak tersebut berfermentasi lebih lama di perut. Hal ini mengakibatkan sendawa, kembung, dan perut membuncit.
Beberapa makanan tinggi lemak juga mengandung banyak serat, yang dapat memberi tekanan pada sistem pencernaan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
- Kenaikan berat badan : Kalori berlebih menyebabkan kenaikan berat badan, terlepas dari apakah Anda mengonsumsi banyak lemak, protein, atau karbohidrat. Karena lemak mengandung kalori lebih tinggi, lemak lebih mungkin menyebabkan surplus energi daripada protein atau karbohidrat.
- Peningkatan kolesterol : Lemak jenuh yang ditemukan dalam mentega, keju, dan daging olahan cenderung meningkatkan kadar kolesterol LDL jahat. Orang dengan kolesterol darah tinggi harus mengubah pola makan mereka untuk mengurangi asupan lemak tidak sehat.
- Diare : Ketika makanan berlemak tidak diserap dengan baik, usus besar dapat menghasilkan cairan berlebih, yang menyebabkan diare. Feses encer terkadang disebabkan tidak hanya oleh diet tinggi lemak tetapi juga oleh kekurangan serat.
Serat dalam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh membantu mengatur pergerakan usus dan meningkatkan keteraturan buang air besar.
- Lesu : Meskipun tubuh membakar lemak untuk energi, diet tinggi lemak dapat dengan mudah menyebabkan perasaan lesu. Lemak jenuh dan lemak trans dapat menyebabkan peradangan, peningkatan kelelahan, dan gejala lainnya.
- Bau mulut : Orang yang menjalani diet tinggi lemak sambil mengurangi asupan karbohidrat cenderung memiliki bau mulut yang menyengat.
Ketika asupan karbohidrat tidak mencukupi, tubuh akan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Proses ini menghasilkan keton sebagai produk sampingan, yang menyebabkan bau mulut. Menyikat gigi beberapa kali sehari membantu mengurangi bau mulut.
- Kurang tidur : Lemak membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Saat tidur, tubuh secara alami memperlambat proses pencernaan. Oleh karena itu, orang yang mengonsumsi terlalu banyak lemak akan kesulitan tidur.

Lemak tak jenuh tunggal banyak terdapat dalam makanan seperti alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan - Ilustrasi.
Gunakan lemak dengan benar.
Menurut Dr. Tuan, beberapa lemak sehat bermanfaat dan penting untuk kesehatan.
Secara spesifik, lemak tak jenuh tunggal banyak terdapat dalam makanan seperti alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan seperti kenari dan almond. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa jenis lemak ini mengurangi kadar kolesterol jahat sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik.
Jenis lemak sehat lainnya adalah lemak tak jenuh ganda, yang banyak terdapat pada ikan seperti salmon, mackerel, herring, dan tuna.
Lemak tak jenuh ganda terdiri dari dua jenis utama: asam lemak omega-3 dan omega-6. Keduanya telah terbukti mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
Selain itu, lemak yang ditemukan dalam lemak hewani, seperti lemak sapi, ayam, atau babi, meskipun berpotensi menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, tetap penting untuk kesehatan yang baik. Untuk kesehatan yang optimal, lemak tersebut harus dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Ikan dan makanan laut mengandung lemak tak jenuh dan rendah kolesterol, sehingga menjadi alternatif yang baik untuk daging hewan dalam diet penurunan berat badan.
Biji-bijian merupakan sumber omega-3, omega-6, dan vitamin E yang baik. Namun, biji-bijian memiliki kalori yang tinggi, sehingga hanya sedikit yang perlu dikonsumsi setiap hari.
Dr. Tuan mencatat bahwa ketika memasukkan lemak ke dalam diet harian, moderasi adalah kuncinya. Meskipun lemak sehat bermanfaat, mengonsumsi terlalu banyak tetap dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.
Sumber: https://tuoitre.vn/kiem-tra-dau-hieu-canh-bao-co-the-thua-chat-beo-2024080822472596.htm







