Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada 7 Agustus menyerukan peningkatan upaya untuk memastikan keselamatan maritim di Laut Merah di tengah meningkatnya ketegangan regional.
![]() |
| Bapak Abdelatty menekankan bahwa meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut disebabkan oleh konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. (Sumber: Middle East Eye) |
Bapak Abdelatty menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah pertemuan di Kairo dengan Laksamana Muda Vasileios Gryparis, komandan misi angkatan laut Uni Eropa (UE) Aspides, yang dibentuk pada bulan Februari tahun ini dengan tugas melindungi pelayaran internasional di Laut Merah dari serangan pasukan Houthi.
Selama pembicaraan, Bapak Abdelatty menegaskan perlunya memastikan lingkungan yang aman bagi pelayaran komersial, seraya mencatat bahwa ancaman terhadap aktivitas maritim di Laut Merah telah berdampak signifikan terhadap perekonomian Mesir, menyebabkan penurunan pendapatan yang serius dari Terusan Suez.
Menteri Luar Negeri Abdelatty menilai bahwa Mesir adalah salah satu negara yang paling terdampak di dunia oleh ketidakstabilan yang terjadi saat ini di Laut Merah. Ia menambahkan bahwa peningkatan ketegangan di kawasan tersebut disebabkan oleh konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Sementara itu, Bapak Gryparis menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan negara-negara yang terdampak oleh ketegangan di Laut Merah, khususnya Mesir, sambil juga menyoroti keberhasilan dalam upaya untuk melawan serangan Houthi terhadap kapal-kapal yang melintasi Terusan Suez.
Sumber: https://baoquocte.vn/bo-truo-ng-ngoai-giao-ai-cap-kenh-dao-suez-sut-giam-nguo-n-thu-nghiem-trong-do-bat-ono-bie-n-do-281771.html








