
Pemberitahuan tersebut menyatakan: “Karena masalah teknis, berita ini tidak lagi tersedia. Meskipun kami telah menyelesaikan masalah tersebut, berita Anda tidak dapat dipulihkan.”
Meta, pemilik Instagram, menolak memberikan jumlah pengguna yang terdampak, tetapi mengatakan bahwa hanya mereka yang Stories-nya hilang yang menerima pemberitahuan tersebut.
Juru bicara Meta mengatakan, “Kami telah mengidentifikasi dan memperbaiki bug yang menyebabkan beberapa foto unggulan dan arsip pengguna terhapus. Sayangnya, kami tidak dapat memulihkan cerita yang hilang, dan kami memberi tahu pengguna yang terdampak melalui aplikasi.”
Instagram Stories adalah cara yang lebih informal dan santai untuk berbagi informasi dibandingkan dengan unggahan biasa. Pengguna dapat mengunggah foto, video , atau teks. Konten ini akan hilang setelah 24 jam. Konten yang lebih personal dapat dibagikan dengan lingkaran teman dekat atau disimpan secara permanen di profil sebagai sorotan (highlight).
Stories berbeda dari foto biasa karena sering kali dipersonalisasi dengan musik, GIF, teks, filter, dan fitur interaktif seperti jajak pendapat.
Sebagian orang juga menggunakan Stories sebagai cara untuk menyimpan foto dan video.
Kesalahan yang disebutkan di atas dari Instagram sekali lagi mengingatkan kita bahwa mengandalkan satu metode pencadangan media saja bisa menjadi keputusan yang kurang bijak.
Untuk kenangan penting, pengguna harus memastikan mereka mencadangkan foto, video, dan dokumen lainnya di luar aplikasi, terlepas dari seberapa terpercaya perusahaan tersebut.
Sumber: https://laodong.vn/cong-nghe/instagram-gap-loi-xoa-vinh-vien-noi-dung-บน-stories-1375684.ldo







