Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Para ahli sangat mengapresiasi hasil kunjungan Perdana Menteri Pham Minh Chinh ke India.

Báo Tin TứcBáo Tin Tức19/11/2024

Segera setelah Perdana Menteri Pham Minh Chinh berhasil menyelesaikan kunjungannya ke India dari tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus, seorang reporter VNA di New Delhi mewawancarai beberapa pakar tentang hasil kunjungan dan hubungan bilateral.
Keterangan foto

Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengadakan pertemuan pribadi dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Foto: Duong Giang/VNA

Peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk kelas 10 di Hanoi mencapai 29,75/30 poin.
Peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk kelas 10 di Hanoi mencapai 29,75/30 poin.Dengan skor ujian masuk 29,75, Tran Minh Ha, seorang siswa dari Sekolah Menengah dan Atas Newton, menjadi peraih skor tertinggi dalam ujian masuk sekolah menengah negeri tahun 2026.
Iran kembali memblokade Selat Hormuz.
Iran kembali memblokade Selat Hormuz.Pada 19 Juni, Iran memberlakukan kembali blokade di Selat Hormuz, dengan alasan penolakan Israel untuk menarik pasukannya dari Lebanon selatan dan keberadaan pasukan AS yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
BERITA TERKINI: Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz.
BERITA TERKINI: Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz.(NLDO) - Teheran telah mengumumkan akan melanjutkan blokade Selat Hormuz dan tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan nuklir yang direncanakan dengan AS di Swiss.
Menurut Profesor Prabir De dari Pusat ASEAN-India, Sistem Penelitian dan Informasi untuk Negara-negara (RIS), kunjungan Perdana Menteri Pham Minh Chinh ke India efektif dan inovatif. India dan Vietnam memiliki hubungan historis dan peradaban yang telah lama terjalin, yang ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun 2016. India menganggap Vietnam sebagai pilar utama dalam Kebijakan Act East dan mitra penting dalam Inisiatif Indo-Pasifik (IPOI). Diskusi selama kunjungan tersebut secara komprehensif membahas banyak bidang kerja sama bilateral, termasuk ekonomi, pertahanan, kemitraan pembangunan, dan pertukaran budaya. Kedua belah pihak juga bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan global. Di antara perjanjian yang ditandatangani pada hari yang sama, Profesor Prabir De menyatakan kesannya yang besar terhadap Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang peningkatan kapasitas kepabeanan antara Direktorat Jenderal Kepabeanan Vietnam dan Komisi Pusat Pajak Tidak Langsung dan Kepabeanan India (CBIC), serta keputusan Vietnam untuk bergabung dengan Aliansi Infrastruktur Ketahanan Bencana (CDRI). Ibu Nutan Kapoor Mahawar, Asisten Dewan Urusan Dunia India (ICWA), menyampaikan rasa senangnya yang besar menyambut Perdana Menteri Pham Minh Chinh di markas ICWA pada sore hari tanggal 1 Agustus. Menurut Ibu Nutan, Vietnam adalah mitra yang sangat penting bagi India, pilar dalam kebijakan Act East-nya. India memiliki kemitraan strategis yang komprehensif dengan Vietnam. Ini adalah hubungan yang sangat beragam di berbagai bidang, tidak hanya politik tetapi juga ekonomi, hubungan antar masyarakat, dan kerja sama dalam pelestarian arkeologi di situs-situs Hindu kuno di Vietnam. Ibu Nutan menekankan bahwa India dan Vietnam memiliki hubungan perdagangan yang baik. Kedua negara sedang mempertimbangkan untuk lebih memperkuat kerja sama pertahanan – sebuah kemitraan strategis. Selain itu, mereka memiliki visi bersama untuk Indo-Pasifik.
Pada hari yang sama, Bapak Atul Aneja, Penasihat Institut untuk Visi Asia, menyatakan bahwa India dan Vietnam perlu lebih meningkatkan hubungan bilateral mereka. Beliau mengutip pidato Perdana Menteri Pham Minh Chinh di ICWA, yang dengan jelas menyatakan bahwa kedua negara memiliki dua tujuan: Vietnam harus menjadi negara maju pada tahun 2045, dan India juga bertujuan untuk menjadi negara maju pada tahun 2047. Pertanyaan saat ini adalah bagaimana kedua negara dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Bapak Atul Aneja menyarankan bahwa kedua negara perlu bekerja sama, seperti yang dikatakan Perdana Menteri Pham Minh Chinh, di banyak bidang mulai dari ekonomi dan militer hingga pertahanan di berbagai wilayah geografis seperti Indo-Pasifik. Beliau menekankan poin yang sangat penting yang disampaikan oleh Perdana Menteri: kita memasuki dunia multipolar, dan "India percaya bahwa satu kutub saja tidak dapat menentukan tatanan dunia global. Di Asia, harus ada multipolaritas." Akhirnya, Bapak Atul Aneja sangat mengapresiasi pertemuan dan pidato Perdana Menteri Pham Minh Chinh di ICWA, dan menegaskan bahwa hubungan antara India dan Vietnam sangat positif. Hubungan antar masyarakat kedua negara juga sangat penting, telah terjalin sejak zaman kuno ketika Buddhisme diperkenalkan dari India ke Vietnam, dan kedua negara memiliki semangat kesetaraan dan kesejahteraan yang sama…
Ngoc Thuy - Quang Trung (VNA)
Sumber: https://baotintuc.vn/thoi-su/gioi-chuyen-gia-danh-gia-cao-ket-qua-chuyen-tham-cua-thu-tuong-pham-minh-chinh-toi-an-do-20240802091759010.htm

Paling Banyak Dibaca

Google Trends

Warisan

Bagian

Perusahaan

Berita

Aktivitas Politik

Destinasi

Happy Vietnam
Keindahan pedesaan

Keindahan pedesaan

Keindahan seorang prajurit

Keindahan seorang prajurit

234

234