Pada tahun 2024, Vietnam melampaui Singapura dan menjadi negara ketiga yang paling banyak dikunjungi di kawasan ini berdasarkan jumlah wisatawan internasional. Dengan 17,5 juta pengunjung internasional, Vietnam berada di peringkat ketiga setelah Malaysia (25 juta) dan Thailand (35 juta).
Menurut data yang dirilis oleh Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam, dalam dua bulan pertama tahun 2025, Vietnam menyambut hampir 4 juta wisatawan, meningkat 30,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut para ahli, meningkatnya daya tarik pariwisata Vietnam berasal dari beberapa faktor. Pertama adalah aksesibilitas: Penerbangan langsung pertama antara Amerika Serikat dan Vietnam diluncurkan oleh Vietnam Airlines pada tahun 2021, dari San Francisco ke Kota Ho Chi Minh. Kebijakan e-visa baru, yang diperkenalkan pada tahun 2023, menyederhanakan proses masuk bagi wisatawan dan memungkinkan masa tinggal hingga 90 hari. Vietnam juga mengizinkan masa tinggal bebas visa untuk lebih dari selusin negara, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, Korea Selatan, dan Spanyol, dengan banyak lagi yang akan ditambahkan di masa mendatang.
Vietnam saat ini merupakan destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan internasional (Foto: EPA - EFE)
Banyak merek hotel terkemuka dunia juga telah hadir di Vietnam. Selain itu, perluasan sertifikasi Michelin pada tahun 2024 telah menciptakan platform global untuk kancah kuliner negara yang sedang berkembang pesat. Semua faktor ini menjadikan Vietnam semakin menarik bagi wisatawan mewah yang telah mengunjungi Koh Samui dan Phuket di Thailand, atau mereka yang mencari alternatif yang tidak terlalu ramai dibandingkan Jepang dan Singapura.
Menurut vtv.vn
Sumber: https://baothaibinh.com.vn/tin-tuc/38/220699/du-lich-viet-nam-phat-trien-nhanh-nhat-dong-nam-a








