Pusar terkadang bisa mengeluarkan cairan. Namun, tidak semua cairan yang keluar berbahaya. Jika cairan yang keluar jernih, berwarna terang, tidak berbau, dan tidak ada rasa sakit atau kemerahan di sekitar pusar, tidak perlu menemui dokter, menurut situs kesehatan Medical News Today (UK).

Keluarnya cairan dari pusar, terutama jika berbau, merupakan tanda umum infeksi.
Namun, jika cairan pusar berbau, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Penyebab paling umum adalah infeksi bakteri atau jamur pada pusar. Ini merupakan akibat dari kebersihan yang buruk, keringat berlebihan, atau pusar yang lembap dalam waktu lama. Penyebab lain infeksi pusar termasuk tindik pusar, kista, dan masalah kulit seperti eksim dan psoriasis.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine menemukan bahwa penderita diabetes yang tidak mengontrol kadar gula darahnya dengan baik sangat rentan terhadap infeksi jamur, seperti Candida. Infeksi jamur ini juga dapat terjadi di sekitar pusar.
Bakteri dan jamur berkembang biak di lingkungan pusar yang gelap dan lembap. Jika pusar terinfeksi, pasien akan melihat kemerahan atau pembengkakan di area pusar. Cairan yang keluar akan tampak seperti nanah, menyebabkan pusar berbau busuk. Jika itu adalah infeksi jamur, pusar akan terasa gatal.
Jika disebabkan oleh infeksi jamur, orang dapat menggunakan krim antijamur yang dijual bebas. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik diperlukan. Jika gejalanya menetap, Anda harus menemui dokter, terutama jika Anda menderita diabetes, sistem kekebalan tubuh yang lemah, pusar yang sakit, atau demam.
Selain itu, beberapa jenis infeksi pusar disebabkan oleh faktor lain. Misalnya, jika Anda baru saja menjalani operasi hernia atau laparoskopi, pusar Anda dapat terinfeksi jika ada sayatan di dekatnya. Cairan yang keluar mungkin tampak seperti nanah, berwarna kuning kehijauan atau cokelat, berbau tidak sedap, dan mungkin disertai dengan kemerahan, pembengkakan, perdarahan, demam, dan menggigil.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE menemukan bahwa pusar merupakan tempat tinggal bagi sekitar 2.300 spesies bakteri. Oleh karena itu, kebersihan pusar secara teratur sangat diperlukan. Orang dapat membersihkan pusar mereka dengan lembut menggunakan sabun dan air, lalu mengeringkannya untuk mencegah penumpukan kelembapan, menurut Medical News Today (UK).
Sumber: https://thanhnien.vn/dau-hieu-o-ron-khi-xuat-hien-can-di-kham-bac-si-ngay-185240807161313063.htm







