Berikut enam tanda peringatan bahwa tubuh Anda tidak mengonsumsi cukup protein, menurut Times of India.
Pembengkakan (edema)
Salah satu tanda kekurangan protein yang paling terlihat adalah pembengkakan, terutama di kaki, telapak kaki, dan tangan. Hal ini terjadi ketika tubuh kekurangan albumin—protein yang membantu menjaga keseimbangan cairan. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation menunjukkan bahwa ketika protein kekurangan, cairan bocor dari pembuluh darah dan menumpuk di jaringan, menyebabkan pembengkakan.

Salah satu tanda kekurangan protein yang paling terlihat adalah pembengkakan, terutama di kaki dan telapak kaki.
Kelemahan dan atrofi otot
Protein memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan pemeliharaan otot. Ketika asupan protein tidak mencukupi, tubuh mulai memecah jaringan otot untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang secara medis dikenal sebagai atrofi otot.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation menunjukkan bahwa asupan protein yang tidak mencukupi dapat menyebabkan penurunan massa otot yang signifikan, terutama pada orang dewasa yang lebih tua, yang memengaruhi mobilitas, keseimbangan, dan kekuatan secara keseluruhan.
Masalah kulit, rambut, dan kuku
Kekurangan protein juga dapat memengaruhi kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Protein seperti kolagen dan keratin sangat penting untuk menjaga struktur dan integritas jaringan-jaringan tersebut. Tanpa protein yang cukup, tubuh akan mengalami kuku rapuh, rambut rontok, ruam, dan kulit kering.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Dermatological Science menekankan bahwa protein sangat penting untuk produksi keratin—komponen utama rambut dan kuku.
Meningkatkan rasa lapar.
Protein memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan dan menjaga rasa kenyang. Ketika diet kekurangan protein, tubuh merasa lapar dan menginginkan makanan berkalori tinggi. Hal ini terjadi karena protein memengaruhi pelepasan hormon yang memberi sinyal rasa kenyang.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menyimpulkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih sedikit protein mengalami tingkat rasa lapar yang lebih tinggi dan cenderung makan lebih banyak daripada mereka yang mengonsumsi protein yang cukup.
Defisiensi sistem kekebalan tubuh
Protein memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Protein menciptakan antibodi dan sel imun. Tanpa asupan protein yang cukup, tubuh akan kesulitan melawan penyakit.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical and Experimental Immunology menunjukkan bahwa kekurangan protein dapat menyebabkan penurunan jumlah dan fungsi sel imun.
Hati berlemak
Kekurangan asupan protein dapat menyebabkan konsekuensi serius lainnya: penyakit hati berlemak – suatu kondisi di mana lemak menumpuk di sel-sel hati. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan hati, dan bahkan gagal hati.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hepatology , protein sangat penting untuk pengangkutan dan metabolisme lemak di hati. Tanpa protein yang cukup, lemak akan menumpuk, menyebabkan penyakit hati berlemak.
Sumber: https://thanhnien.vn/6-dau-hieu-cho-thay-co-the-khong-nap-du-protein-185240805123124512.htm







